empat hari (atau lima?)
Dua, tiga, empat hari sudah. Sekarang katakan, berapa lama kau butuhkan sampai lukamu tersembuhkan?
Dua, tiga, empat hari sudah. Sekarang katakan, berapa lama kau butuhkan sampai lukamu tersembuhkan?
Lha. Kalo sekarang, saya tiba-tiba sebel. Boleh dong, sebel?? Bete aja gitu liat namanya di mana-mana. Katanya ga ada waktu buat ngapa-ngapain, bilangnya lagi pengen sendirian. Lha kok masih muncul di sana sini? Maunya apa, coba?!
Huh!
*iya, sumpah lagi sebel sama kamu.
kau minta waktu dan ruang
tidakkah itu terlalu banyak, sayang?
tapi kuberi kau keduanya,
waktu dan ruang yang kau inginkan
bahkan sepasang sayap untuk terbang
kenapa kini aku justru merasa lepas terbebaskan?
*lhoh, kok gak puitis, ya? hihihi…..
Yang paling saya suka: SIMBOK. Enak aja di kuping dan di hati (halah).
Yang ngeselin: BUDHE atau MBOKDHE.
Yang bikin saya muntab: kemaren ada bapak2 yang sok mesra sok imut menjijikkan, manggil saya MAMI. “Mami, aku meeting dulu ya..ntar balik lagi”
MAMI???? Mami cangkirmu!!!
Q: baju polos atau bercorak?
A: polos
Q: ayam goreng atau bakar?
A: goreng
Q: prada atau bvlgari?
A: bvlgari
Q: siang atau malam?
A: malam
Q: nyeterika atau ke mal?
A: mal
Q: sepakbola atau nyulam?
A: bola
Q: pohon atau hujan?
A: pohon
Q: pancasila atau etika?
A: etika
Q: pantai atau gunung?
A: gunung
Q: otak atau otot?
A: otak
Q: rindu atau benci?
A: rindu
Q: kamus atau novel?
A: novel
Q: make love atau bikin posting?
A: posting
Q: terakhir. venus dalam tiga kata
*glek! mikir. mikiiirrrrr…..
A: smart, open minded, fun to be with.
*Puas, ndorooooo????
Situ punya berapa blog? Saya punya…..satu, dua, tiga, empat, lima….BANYAK! Ada yang tanya, gak pusing punya segitu banyak blog? Jawabnya, engga. Justru enak banget, rasanya saya punya banyak tempat bermain. Ada yang buat curhatan ngomel-ngomel, ada yang sok-sokan ditulis dalam bahasa Inggris, ada yang buat nyimpen foto (biasanya foto2 kopdaran), ada yang….
Ah, pokoknya enak.
Mari bicara kopi.
Situ suka kopi? Saya suka kopi. Bukan suka, sebenarnya lebih ke addict. Secangkir pagi (kadang dua, dhing), secangkir sore, bahkan tengah malam pun kalo lagi pengen ngopi ya saya minum kopi.
Tapi gini. Saya suka kopi tanpa gula. Jarang banget saya minum kopi manis kalo gak kepepet (kepepet bahasa Indonesianya apa, ya?). Terlalu banyak gula, katanya, gak baik buat kesehatan. Jadi ya gitu, saya minumnya kopi pahit aja. Bisa aja sih pake gula diet yang katanya lagi, rendah kalori. Tapi denger-denger, katanya (argghhh……katanya mulu!), gula diet biasanya mengandung aspartame, yang kalo dikonsumsi dalam jangka panjang akan mendatangkan banyak masalah kesehatan. Entah hoax entah bukan, jadi daripada daripada, lebih baik ga usah pake gula diet-dietan. Kopinya hitam aja, pahit tanpa gula.
Coffee, anyone?
Ok. Jadi sebenernya saya masih penasaran. Ini soal UU ITE yang itu. Kalo gambar seperti ini,
ini termasuk asusila bukan, sih?
Kalo yang ini?
Menurut saya kok engga, ya? Ah, tapi siapa lah saya ini.
kucari jejakmu
hingga jauh ke tepi cakrawala
kutanya pada angin, pada hujan yang tempias di daun jendela
kutanya awan juga bintang-bintang
‘adakah dia menitip rindu sebelum senja tiba?’
tapi bahkan langit pun khianat
malam ini bulan merah bata
dan gelisahku menjelaga
*ini untukmu, tuan.
**menurut kalian, saya curang karena hari ini saya posting beberapa kali tapi nyaris ga ada sesuatu yang baru atau orisinil? terserah deh. saya lagi iseng, seneng karena koneksi internet lumayan sehat sore ini. ah, don’t mind me. saya cuma pengen merekam perjalanan hidup saya (halah halaaahhh…) sebanyak-banyaknya, selengkap-lengkapnya.
angsana tetap cantik, abang
sekalipun runduk ditimpa hujan
apakah aku tetap cantik, abang
sekalipun bungkuk ditindih beban?
*HYAHAHAHA…INI ASLI NYOLONG. Saya hapal puisi ini di luar kepala. Karya entah siapa, puluhan taun yang lalu, jaman saya masih kuliah di Jogja, ada di rubrik puisi majalah Gadis. Ckckck…..funny how time flies, right??? Lebih aneh lagi, bisa-bisanya saya masih inget puisi yang satu ini setelah puluhan taun lewat. Edan.